Senin, 15 Juni 2020

Pengertian, metode Dan prasyarat penentu penyusutan atau depresiasi

 Apa itu Penyusutan atau Depresiasi ?

Berikut Depresiasi menurut para ahli :
Depresiasi adalah metode pengalokasian biaya aset tetap untuk menyusutkan nilai aset secara sistematis selama periode manfaat dari aset tersebut (Martani dkk 2012:312)

Menurut Baridwan (2015:305) Depresiasi adalah sebagian dari perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi

Menurut PSAK No.17 Depresiasi (penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi yang akan dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung

Menurut Nordiawan dkk (2009:240) definisi penyusutan dilingkungan akuntansi swasta adalah alokasi sitematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset sepanjang masa manfaat.

Comitte on terminology dari AICPA (1953) dalam Baridwan (2015:306) memberikan definisi sebagai berikut : Akuntansi depresiasi adalah suatu sistem akuntansi yang bertujuan untuk membagikan harga perolehan atau nilai dasar lain dari aktiva tetap berwujud, dikurangi nilai sisa (jika ada) selama umur kegunaan unit itu yang ditaksir (munkin berupa suatu kurmpulan aktiva-aktiva) dalam suatu cara yang sistematis dan rasional.

jadi penyusutan atau depresiasi merupakan pengurangan nilai aktiva tetap atas perolehannya yang dialokasikan secara sistematis sebagai beban periode akuntansi sepanjang masa manfaat aktiva tetap tersebut. 

Metode Depresiasi yang umum digunakan oleh suatu perusahaan
Metode penyusutan merupakan cara untuk memudahkan penghitung nilai aset secara sistematis 
Beberapa metode yang sering digunakan oleh perusahaan
  • Metode garis lurus 
Depresiasi = harga perolehan - nilai sisa : taksiran umur kegunaan
contoh : Pengadaan Pembelian sepeda motor seharga Rp. 11.806.000,00 dengan masa manfaatnya 10 tahun.
Beban Penyusutan Pertahun  = harga perolehan - nilai sisa : taksiran umur kegunaan
Beban Penyusutan Pertahun = 11.806.000,00 - 0 : 10 tahun = 1.180.600,00,-
Depresiasi = harga perolehan - nilai sisa : taksiran jam jasa
  • me to die unit produksi
Depresiasi (unit) = harga perolehan - nilai sisa : taksiran hasil produksi (unit)
contoh : mesin dengan harga perolehan Rp800.000,00 taksiran nilai sisa sebesar Rp30.000,00. Mesin ini ditaksir selama umur penggunaan akan menghasilkan 77.000 unit produk. 
Depresiasi (unit) = harga perolehan - nilai sisa : taksiran hasil produksi (unit)
Depresiasi (unit) = 800.000,00 - 30.000 : 77.000 = 10,00 
maka apabila mesin tersebut menghasilkan 25.000 dalam tahun pertama, maka beban depresiasi untuk tahun tersebut adalah 25.000 x 10 = 250.000.
  • metode rata-rata
adalah metode penyusutan dari hasil pembagian nilai aktiva yang dihitung saat dalam kondisi baru dengan umur ekonomis aktiva tersebut
contoh : pembelian aktiva dengan harga 20.000.000 dengan masa umur ekonomis 10 tahun.
depresiasi : 100% : 10 = 10 x 2 = 20
maka jumlah penyusutan pada tahun pertama 20% x 10.000.000 = 2.000.000
Namun dari beberapa metode diatas 

sebenarnya masih banyak sekali metode untuk menghitung penyusutan , diantaranya:
  • metode pembebanan menurun
  • metode beban berkurang
  • metode jam jasa
  • metode jumlah angka tahun
  •  metode saldo menurun dll
Faktor-faktor yang menentukan biaya penyusutan

Cost atau harga perolehan
adalah harga atau uang yang dikeluarkan untuk membeli atau memperoleh aktiva tersebut sehingga dapat menggunakannya untuk kepentingan perusahaan
nilai sisa
adalah nilai sisa atau jumlah yang akan didapatkan apabila aktiva itu akan dijual dikurangi dengan biaya-biayanya
taksiran umur kegunaan
adalah taksiran umur yang dapat dimanfaatkan dari suatu aktiva tersebut dengan mempertimbangkan sebab-sebab fisik dan fungsinya dan dinyatakan dalam satuan periode waktu misal tahun.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar